
STRATEGI PENGEMBANGAN PARIWISATA DI KOTA AMBON
PROPOSAL SKRIPSI
OLEH
ARIF ABAS SOUMENA
NIM 0110403207
FAKULTAS TERBIYAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI
AMBON
2011
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang
Pembangunan nasional dilaksanakan dalam rangka pembangunan manusia indonesia seutuhnya dan pembangunan seluruha masyarakat indonesia yang meliputi segala aspek kehidupan masnusia. Untuk itu pembangunan nasional harus dilaksanakan secara bertahapdan bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan seluruh rakyat serta meletakan landasan yang kuat untuk pembangunan tahap berikutnya.
Pada masa pembangunan sekarang dimana cukup banyak usaha yangdilakukan pemerintah, pihak swasta dan masyarakat sehingga kondisi ekonomi dan sosial budaya banyak berubah dibandingkan dengan keadaan dan kondisi sebelumnya. Oleh esbsb itu keberhasilan pembangunan nasional maupun daerah tidak terlepas dari kemauan dan peran serata semangat dan juga disiplin dari penyelenggara pemerintah, pihak swasta dan peran serta masyarakat.
Pariwisata merupakan suatau kegiatan yang secara langsung menjadi dan melibatkan masyarakat, sehingga membawa dampak terhadapa masyarakat setempat. Selain, itu pariwisata juga berhubungan erat dengan aspek keidupan masyarakat seperti politik, keamanan, dan sebagainya sehingga dampak pariwisata terhadap masyarakat dan daerah. Tujuan wisata biasanya bberupa dampak terhadap sosisal ekonomi, sosial budaya, dan dampak terhadap lingkungan (Pinata.ddk:2004:109)
Pariwisata merupan sektor yang paling erat dengan aspek sosial ekonomi dengan salah satu tujuan kegiatan pengembangan pariwisata daerah adalah untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat di objek wisata. Oleh sebab itu, apa yang diamanatkan dalam pola dasar pembangunan daerah Maluku yaitu “Pembangunan Kepariwisataan dengan Memanfaatkan keindahan dan kekayaan alam bahari, serta keaneka ragaman seni dan budaya peninggalan sejarah diarahkan untuk meningkatkan pendapatan daerah dan masyarakat, penerimaan devisa, menciptakan lapangan kerja dan kesempatan berusaha serta mendorong kegiatan ekonomi yang terkait dengan budya daerah”.
Mengacu pada pernyataan diatas, mak peranan subsektro pariwisata di daerah kota Ambon sangat diharapkan. Pemerintah kota Ambon dalam hal ini Dinas pariwisata telah melakukan starategi dlam pengembangan pariwisata namun pengelolaan potensi objek wisata yang ada belum maksimal dilaksanakan.
Terkait dengan peranan subsektor pariwisata di kota Ambon dalam meningkatkan pendapat asli daerah, maka berdasrakan catatan satistika Dinas Pariwisata kota Ambon periode tahun 2005-2009 sebagaiman terlihat pada tabel sebagai 1 berikut :
| Tahun | Pendapatan Asli Daerah (PAD) |
| 2005 | 11.580.000 |
| 2006 | 113.575.000 |
| 2007 | 115.379.000 |
| 2007 | 1127.314.000 |
| 2009 | 161.318.000 |
Sumber data : Dinas Pariwisata Kota Ambon
Berdasarkan tabel 1 di atas, terlihat jelas bahwa terjadi peningakatan yang cukup signifikan dari konttribusi sektor pariwisata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Di mana pada tahun 2005 PAD sektor pariwisa adalah Rp.11.580.000. pada tahun 2006 terjadi peningkatan sebesar Rp.113.575.000. pada 2007 terjadi peningkatan sebesar Rp. 115.379.000. kembali terjadi peningkatan pada tahun 2008 yakni sebesar Rp. 127.314.000. lalu meningkat lagi pada tahun 2009 sebesar Rp. 161.318.000.
Di sisi lain kota Ambon juga dikenal oleh wisatawan - wisatawan yang mengahadiri tempat - tempat yang suda ramai dan populer bagi masyarakat turis, dimana mereka mencaro objek – objek wisata yangmasih benar – benar asli, meskipun memiliki aksesibilitas yang minim dan sulit di jangkau. [erkembangna jumlah wisatawan di kota Ambon periode tahun 2005 sampai dengan tahun 2009 dapat dilihat pada tabel 2 berikut ini :
Tabel 2. Perkembangan jumlah kunjungan Wisatawan
Di Kota Ambon periode 2004-2009
| Wisatawan | | | Tahun | | |
| | 2005 | 2006 | 2007 | 2008 | 2009 |
| MancaNegara | 153 | 176 | 2.787 | 1.841 | 3.396 |
| Nusantara | 7.566 | 8.922 | 11.542 | 14.420 | 31.879 |
| Lokal | 35.879 | 40.242 | 35.460 | 14.420 | 50.460 |
| Total | 43.598 | 49.340 | 49.789 | 62.183 | 85.735 |
sumber data : Dinas Pariwisata kota Ambon
berdasarkan pada tabel 2diatas,
Kebijakan pebmbangunan pariwisa kota Ambon memiliki konsep dasar yang mengarahkan kota Ambon menjadi salah satu daerah tujuan wisata, mengingnat potensi wisata yang kaya serta ditunjukan olweh kekayaan alam dan objek bersejarah. Dinas pariwisata dalam hal ini membuat Rancangan Induk Pengembangan Pariwisata Daerah (RIPPDA) yang mnghasilkan beberapa kebijaksanaan penegembangan pariwisata. Kebijaksanaan tersebut pada dasarnya dijabarkan ke dalam beberapa startegi pengembangan pariwisata, antara lain :
1. Penetrasi, yang merupakan kombinasi antara produk eksisting, dengan pasar eksisting.
2. Pengembangan pasar, yang merupakan kombinasi antara produk eksisting, dengan pasar eksisting baru.
3. Pengembangan produk, yang merupakan kombinasi antara produk dengan eksisting.
4. Diversifikasi, yang merrupakan kombinasi antara produk baru dengan pasar baru.
Untuk melaksanakan pembangunan dengan keempat strategi yang telah disusun tersebut, perlu adanya koordinasi dalam penanganan pengembangannya. Tiga komponen yang berperan adalah pemerintah daerah, swasta/investor dan masyarakat.
Strategi yang dilakukan pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Pariwisata dalam pengembangan pariwisata dengan jalan promosi selama ini suda berjalan dengan baik cukup banyaknya wisatawan baik lokal maupun mancanegara yang datang. Namun strategi yang dilakukan belum dijalankandenga maksimal mengingat potensi wisata yang sangat besar di kota Ambon seharusnya bisa mendatangkan wisatawan yang lebih banyak lagi sehingga menhasilkan pendapatan daerah yang sangat besar. Dimana selama ini hanya wisata bahari saja yang lebih di tonjolkan. Padahal banyak potensi seperti kekayaan alam dan potensi wisata sejarah, pengembangan usaha keil dalam bidang cendera mata yang perlu dikembangkan serta pengembangan objek – objek wisata yang baru.
Dari uraian permasalahan di atas menarik penulis untuk meneliti secara ilmiah dengan judul : “strategi pengembnagan pariwisata Kota Ambon”.
1.2. Perumusan dan Pembatasan Masalah
a. Perumusan masalah
Berdasarkan uraian latar belakang permasalahan yang telah dipaparkan, maka permasalahan pokok dalam penulisan ini adalah “Suda Maksimalkah Strategi Pengembangan Pariwisata di Kota Ambon”
b. Pembatasan masalah
Mengingat luasnya cakupan permasalahan di atas maka penulis membatasi masalah pengembangan pariwisata pada strategi pengembangan yang dilakukan oleh Dinas pariwisata kota Ambon dalam mengembangakan potensi pariwisata di kota Ambon.
1.3. Tujuan Dan Kegunaan Penelitian
a. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian ini dapat dikemukakan sebagai berikut :
Penelitian ini bertujuan untuk menghimpun, mengelolah, dan
1. Untuk mengetahui strategi pengembngan pariwisata di kota Ambon.
2. Sebagai bahan rajukan dan kontribusi pemikiran kepada masyarakat didalam mengkaji strategi pengembangan pariwisata di kota Ambon.
b. Kegunaan Penelitian
Adapun kegunaan dari penelitian ini dapat dikemukakan sebagai berikut :
1. Bahan masukan bagi pihak terkait dalam hal ini Dinas Pariwisat Kota Ambon untuk menambah kajian tentang strategi pengembangan sektor pariwisata.
2. Bahan informasi dan rangsangan bagi peneliti selanjutnya khusus yang mengarah pada pengembngan pariwisata.
3. Sebagai salah satu persyaratan dalam menyelesaikan sarjana pada Program Studi >>>>>>
1.4.Kerangka Teori
Jack trout dalam sidarta GNI(2008,88) mendefenisikan starategi sebagai beberapa cara untuk membuat kita menjadi tampak unik di bangdingkan yang lain atau pesaing, serta memnafaatkan keunikan itu agar di ingat pelanggan talon – talon pelanggan, lalu lalu (mereka) memiliki kerelaan untuk menggunkan produk (barang atau jasa) yang kita produksi.
Strategi pengembangan pariwisata sangnat di perlukan oleh daerah daerah yang memiliki banyak potennsi di tanah air. Strategi yang di rencanakan dengan baik akan memberikan tambahan penerimaan asli daerah, dan mendorong proses multiplier perkembangan ekonomi lokalitas di sekirat daerah tujuan wisata.
Pitana ddk (2004;99) menjabarkan tujuan startegi dapat dikategorikan kedalam tujuan berikut :
1. Mempromosikan lokalitas wisata sebagai tujuan wisata yang menarik dan menguntungkan wisatawan.
2. Meningkatkan dan memantapkan citra wisata daerah di pasar domestik dan internasional.
3. Menyebarkan pengetahuan tentang produk – produk wisata yang telah di kembangkan.
4. Membangun dan membina komunikasi yang efektif dengan media dan pers internasional.
Startegi merupakan siasat atau inisiatif kegiatan strategi akan dilakukan untuk merealisasikan tujuan promosi wisata yang telah di tetapkan. Didalam nya terkandung makna wawasan renncana kegiatan yang akan diselenggarakan dalam jangka menengah, yaitu dalam jangka waktu satu sampai dengantiga tahun ke depan. Dalam hal ini sebaiknya di hindari penyusunan inisiatif yang pelaksanaanya baru dapat di realisasikan dala jangka panjang.
Sektor pariwisata memili ki peuang untuk memperoleh pendapatan yang cukup besar dengan semakin meningkatnya jumlah wisatawan baik lokal maupun mancanegarayang berkunjung ke suatu daerah. Oleh sebab itu, pembangunan pariwisata yang kenyataannya berpotensi amat besar perlu di peranannya semakin ditingkatkan sebagai penghasil pendapatan asli daerah yang dapat di andalkan untuk kelanjutan pembangunan daerah.
Departemen pariwisata, Pos dan telekominikasi (1996;7) menjabarkan arti dan hakikat pemangunan pariwisata.
a. Pariwisata menyangkut segala sesuatu yang menyakngkut segala urusan dan kebtuhan seorang yang melakukan perjalanan pariwisata.perjalanan dilakaukan karena di dorong oleh berbagai tujuan dan kepentingan, seperti berlibur, mengunjungi kenalan atau kenalan, memulihkan kesehatan, mengikuti atau melaksanakan suatu misi, urusan bisnis, dan sebagainya.
b. Hakikat dari orang – orang yang melakukan perjalanan wisat a adalah mengharapkan kepuasan dan kenikmatan perjalanan itu. Tuntunan keinginan dan harapan orang – orang yang melakukan perjalanan wisata pada umumnya meliputi rasa aman, suasana yang tertib, teatur dan tenang, diperlukan dan dilayani dengan baik, disambut dengan keremahan, melihat yang indah – indah, yang unik dan menarik, tidur di hotel yang bersih dan nyaman, makan makanan yang lezat, serta medapatkan pengalaman yang tak terlupakan dan merupakan kenangan yang indah.
c. Pada hakikatnya, pembanguan pariwisata merupakan kegiatan dan usaha yang berkoordinasi untuk menarik wisatawan, menyediakan semua sarana dan prasarana serta fasilitas yang diperkukan, serta melayani permintaan wisata.
Sehinnga dapat di bayangkan bahwa kegiatan pengembangan pariwisata mencakup segi – segi yang amat luas dan menyangkut berabagai segi kehidupan dalam masyarakat. Dari sudut pembanguan di negara kita, pembangunan pariwisata merupakan bagian integral dari pembangunan nasional. Itu berarti bahwa pembangaunan pada sektor pariwisata dapat mempercepat pembangunan nasional. Dan sebaiknya, pembangunan nasional mempengaruhi pula perkembangan pariwisata.
Batasan yang bersifat umum mengenai pariwisata adalah : keseluruhan kegiatan pemerintah, dunia usaha dan masyarakat untuk mengatur dan mengurus, dan melayani kebutuhan wisatawan. Sedangkan batasan yang lebih teknis adalah pariwisata merpakan rangkaian kegiatan yang dilakukan oleh manusiabaik secara perorangan maupunkelompok di dalam wilayah negara negara sendiri atau di negara lain dengan menggunakan kemudahan, jasa dan faktor penunjang lainnya yang di adakan oleh pemerintah dan atau masyarakat agar dapat diwujudkan keinginan wisatawan.(ibid;9)
Yang dimaksudkan dengan kemudahan dalama batasan pariwisata antara lain berupa fasilitas yang memperlancar arus kunjungan wisatawan- wisatawan dengan memberikan bebas visa dan lain – lain. Sedangkan yang dimaksud faktor penunjang adalah prasarana dan utilits umum, seperti jalan raya, penyediaan air minum, listrik, moneycanger, pos dan telekomunisI.
1.5.Defenisi Operasional
Defenisi operasional yang dapat di kemukakan terhadap strategi pengembangan pariwisata di kota Ambon yaitu car atau upaya yang dilakukan oleh pemerintah kota Ambon dalam hak ini dinas Pariwisata dalam memanfaatkan potensi – potensi pariwisata yang ada di kota Ambonuntuk dikembangkan sehingga memberikan konstribusi bagi pendapatan daerah kota Ambon. Untuk itu dinas pariwisata sendirj harus banyak melakukan pengembangan terhadap tempat wisata atau daerah - daerah yang di anggap berpotensi. Yang saat ini belumterlalu di perhatikan untuk dikelolah, sehingga pengunjungbanyak yang datang.
Berdasarkan defenisi operasional di atas, diman penelitian ini yang menggunakan variabel tunggal yaitu strategi pengembangan pariwisata di kota Ambon. Uraian inimeninjukan beberapa indikatoar pendukung antara lain:
1. Koordinasi antara pemerintah, suasta dan masyarakat dalam pembuatan rancangan induk pengembangan pariwisata daerah (RIPPDA).
2. Peninngkatan kemampuan dalam pengelolaaan objek wisata.
3. Pengembangan saran dan prasarana objek wisata.
4. Pengembangan lokasi objek wisata.
5. Penciptaan suasana yang aman dan tentram.
1.6.Meode Penelitian
1. Jenis Penelitian
Penelitian ini tentangf strategi pngembangan pariwisata kota Ambon yang menggunakan pendekatan kualitatif, yang menekankan pada metode penelitian observasi di lapangan dan datanya di analisa dengan cara nonstatistik meskipun tidak selalu harus menabungkan penggunaan angka (Massofa, 2010;1)
2. Lokasi Penelitian
Penelitian ini mengambil lokasi di kantor dinas pariwisata kota Ambon.
3. Populasi dan Sampel
Populasi dalam penelitian ini mencakup seluruh pegawai dinas pariwisata kota Ambon yang berjumlah 30 orang. Sampel yang ditarik adalah pegawai pada seleksi promosi yang membidangi strategi pengembangan pariwisata. Yaitu berjumlah 9 orang.
4. Instrumen Penelitian
Untuk menghimpun data – data yang dibutuhkan dalam peneliitian ini, akan digunakan beberapa tehnik pengumpulan data, antara lain sebagai berikut :
a. Daftar pertanyaan
Daftar pertanyaan tertutup atau kuisioner yaitu suatu instrumen yang digunakan untukmengumpulkan data – data primer denganmempersiapkan pertanyaan – pertanyaan yang telah tersusun secara sistematis dari setiap indikator yang disertai denga alternatif jawannya.
b. Wawancara mendalam
Pada tehnik wawancara atau (indepth interview) dilakukan dengan mewnggunakan panduan wawncara (interview guide) secara terarah dan fleksibel.
c. Observasi langsung
Dalam penelitian. Tehnik ini digunakan untuk mengamati secar langsung ke objek penelitian yaitu kantor dinas pariwisata kota Ambon.
5. Tehnik Analisa Data
Data - data yang dikumpulkan kemudian di proses dalam bentuk yang sederhana, sehingga mudah di baca dan di interpresikan. Proses analisa data dalam penelitian ini menggunakan analisa data kualitatif yakni, dengan menghasilkan data diskritif analisis, apa yang dinyatakan oleh responden baik secara tertulis maupun lisan selanjutnya di ermati dan di pelajari sebagai suatau yang utuh.
Dengan demikian analisis kualitatif menberikan penafsiran terhadap data – data yang ada, setelah data – data di kumpul, kemuduian di analisis dan disajikan sesuai dengan variabel –variabel yang di jadikan indikator dalam penelitian ini, untuk selanjutnya mendapatkan gambaranyang jelas tentang strategi pengembangan pariwisata kota Ambon
aku buat referensiku ya om
BalasHapusthanks